Shalat memiliki arti dalam bahasa lain ialah doa, ibadah, rukuk, zikir. Kewajiban umat muslim yang dilaksanakan lima hari sekali, Subuh, dhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya. Ditambah pula sholat sunnah yang sudah menjadi kebiasaan bagi kaum Muslim seperti Sholat malam, sholat dhuha, dsb.

Dalam kehidupan sehari-hari terkadang kita masih menganggap Sholat hanya untuk menggugurkan kewajiban, seperti contohnya kita sholat dhuhur namun waktu sudah mendekati Ashar, selesai sholat dhuhur akan ada perasaan lega “Alhamdulillah cukup waktunya buat sholat dhuhur. Belum masuk waktu ashar”. Pernahkah kita mengalami perasaan tersebut?. Padahal Allah swt telah berfirman :
“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Al-Qur’an dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (Shalat) adalah lebih besar (keutamaannya daripada ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” Qs. Al Ankabut (39) ayat 45.

Bahkan Rasullullah pun telah menyampaikan bahwa Sholat adalah tiang Agama. Amalan pertama yang kelak dihisab adalah Bagaimana sholat kita?. Terkadang jasmani kita sholat namun fikiran, telinga bahkan mungkin hidung kita “tidak Sholat”.
Allahu Akbar (takbiratul ikhram)“tadi kunci motor aku taruh mana ya?” atau “wah buruan sholat Maghrib acaranya udah mau mulai niih..” sehingga sholat dalam keadaan tergesa, tidak khusyuk bahkan hanya sekedar menggugurkan kewajiban.

Pernah mendengar bagaimana sholat nya para sahabat Rasulullah?
“Syaikh Mujahid Rahmatullah’alaih menceritakan tentang shalat Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Abdullah bin Zubair r.a. “jika mereka telah berdiri tegak untuk shalat, mereka laksana kayu yang terpaku ke bumi. Mereka tidak bergerak sedikitpun selain gerakan shalat. (dari kitab Tarikhul Khulafa’)”
“Pada akhir zaman kekhalifahan Sayyidina Umar bin Khattab r.a, ia ditikam belati yang menyebabkan wafatnya. Darah terus mengalir dari lukanya sehingga ia sering tidak sadarkan diri. Meskipun dalam keadaan seperti itu, jika orang mengatakan bahwa waktu shalat telah tiba, ia segera melaksankannya. Ia berkata, “tidak ada bagian dalam Islam bagi orang yang meninggalkan shalat.”

“Utsman bin Affan r.a sering shalat sepanjang malam dan mengkhatamkan Al-Qur’an dalam satu rakaat. Sedangkan kebiasaan Ali r.a, jika waktu shalat tiba, tubuhnya akan gemetar dan wajahnya menjadi pucat. Seseorang bertanya “Mengapa keadaanmu seperti ini?” Ia menjawab, “telah tiba saatnya bagiku untuk menunaikan amanat yang diberikan Allah kepadaku, yang langit, bumi dan gunung tidak mampu memikulnya.”

Subhanallah ... sungguh berbeda dengan sholat kita yang masih kurang sempurna, belum menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari. Semoga dari Sholat para sahabat Rasulullah tersebut kita bisa lebih khusyuk dan mampu menjaga sholat diawal waktu dalam keadaan apapun. Insyallah... Wallahu’alam bishowab.

Daftar Pustaka :
Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi. 2011. Kitab Fadhillah Amal. Jakarta : Pustaka Ramadhan.